code-code-an sIFR in Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template Free Blogger Template

post:

0

Tips Arus Mudik dan Arus Balik



Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Aktivitas masyarakat di kota pun terlihat berkurang. Jalan-jalan mulai lengang. Para pekerja sudah berancang-ancang mengambil cuti panjang. Tiket-tiket sudah habis dipesan. Semua demi satu tujuan, berkumpul bersama keluarga di hari raya.


Bagi masyarakat urban, acara mudik ke kampung halaman adalah ritual yang dilakukan setiap tahun. Macet di jalan bukanlah rintangan. Tak jadi soal perjalanan jadi lebih panjang daripada hari-hari biasanya. Nah, bagi mereka yang ingin mudik dengan kendaraan pribadi. berikut tips ringan yang perlu dipersiapkan agar perjalanan menjadi aman dan nyaman.

Untuk yang mau mudik pakai mobil, ini tipsnya.

1. Cek kondisi mobil
sebaiknya gunakan di bengkel resmi (sekali setahun masih lebih murah dibanding kerusakan yang terjadi karena memakai bengkel amatir).

2. Bawa perlengkapan standard
tools kit, dongkrak, ban serep, kotak P3K, segi 3 pengaman (bukan CD), kunci roda, senter, syukur2 punya pompa electric (sambung dengan colokan listrik). Ember dan beberapa biji air aqua 1 literan (untuk diminum dan siapa tahu radiator tiba-tiba ngadat, minta minum terus).

3. Cek kondisi tubuh.
Tanya pada diri sendiri, seberapa kuat nyetir. Kalau tidak yakin sebaiknya pakai sopir profesional, atau cari co pilot.

4. Beri briefing
pada seluruh peserta mudik bahwa selama perjalanan wajib pasang muka senyum, karena muka tanpa senyum tidak bermanfaat dan muka dengan senyum dapat menghilangkan penat di jalan.

5. Bagi yang ikut milis
segera lapor untuk menonaktifkan keanggotaan untuk sementara atau minta terima rangkuman imil harian (1 imil satu hari)

6. Meskipun puasa
ada baiknya bawa makanan yang terjamin gizi dan kebersihannya, karena saat mudik banyak warung yang tidak sempat nyuci piring dengan baik [akibat kelarisan]. Warung yang terjamin kebersihannya tapi kurang bergizi adalah fast food fried chicken.

7. Atur tumpukan barang
mulai dari yang paling tidak diperlukan di jalan sampai yang sewaktu-waktu diperlukan di jalan.

8. Untuk buang air (kecil maupun besar)
pilih pom bensin yang besar, jadi kalau ngisi bensin jangan penuh-penuh biar bisa mbagi rejeki ke beberapa pom bensin [ini saran tanpa dasar tapi logis lho..!:-)]

9. Jangan pernah merasa benar
meskipun anda berada di jalan yang benar. Risikonya ditabrak orang yang salah jalan, sehingga nggak sampai ke kampung malah masuk rumah sakit. Mengalah setahun sekali banyak pahalanya. Amin.

10. Peta
Banyak perusahaan jasa atau institusi swasta menyediakan peta jalur mudik. Carilah informasi di mana Anda bisa mendapatkan peta itu. Biasanya, peta-peta yang dibuat khusus untuk mudik memuat sejumlah informasi yang dibutuhkan, seperti pom bensin, bengkel, posko Lebaran, dan kondisi jalan.

11. Sebelum berangkat
pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya (lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll). Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu (mengesankan ada orang di dalam). Bila memungkinkan pasang lampu sensor (malam nyala dan siang mati). Bawa ID Card (KTP, SIM, STNK) yang masih berlaku. Berdo'alah sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.

12. Bagi yang membawa anak kecil
pastikan semua keperluan dan kebiasaan anak sudah kita pahami, sehingga kita sudah punya jadwal kapan berhenti dan apa saja yang perlu dibawa untuk mengatasi kerewelan anak.


Untuk yang mudik dengan sepeda motor, aku dapat beberapa contekan dari bengkel AHM. Ini tipsnya :

1. Pastikan kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.

2. Gunakan perlengkapan standard (helm full/half face, sarung tangan, jaket berwarna terang)

3. Siapkan perlengkapan standard (kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap dan peta mudik)

4. Masukkan dulu ke bengkel resmi
untuk pemeriksaan lengkap (bensin, fuel tank, aki, kelistrikan, oli, ban, trantai, rem, kebocoran oli, lampu, kaca spion dan klakson)

5. Istirahat setiap 1-1,5 jam perjalanan.
Cari tempat yang bersih untuk ISHOMA (pom bensin besar, warung fast food, dll) hindari warung yang terlalu laris (nyucinya sering kelupaan), jadi bagi-bagi rejeki ke warung yang kurang laris (tapi bersih dan murah).

6. Cukup dua orang untuk satu sepeda motor, jangan memaksakan diri untuk mengajak anak kecil.

7. Berhenti jika ingin menerima talipon [HaPe]

8. Jangan Lupa membawa jas hujan

9. Saat jalan beriringan
jaga jarak aman dan hindari ngobrol dengan pengendara lain. Kalau nggak kepaksa, jangan nyalip deh (apalagi dari sisi kiri)

10. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge
Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji (dari beberapa operator), sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada. Jangan lupa bawa chargernya.

11. Ini yang sulit bawa barang secukupnya,
sesuaikan dengan kemampuan motor atau risiko motor tak terkendali akan menimpa anda dan dapat mencederai pengendara lain.

12. Sabar dan jauhkan emosi sesaat
patuhi rambu-rambu lain. Biarkan orang lain tidak patuh, tapi anda HARUS PATUH ! [ngerti nggak??!?? He..he..he.. kok malah aku yang emosi...!:-)]

13. Sebelum berangkat
pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya (lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll). Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu (mengesankan ada orang di dalam). Bila memungkinkan pasang lampu sensor (malam nyala dan siang mati). Bawa ID Card (KTP, SIM, STNK) yang masih berlaku. Berdo'alah sebelum berangkat. Berdoa sepanjang jalan dan bersyukur bila sudah sampai dengan selamat.

Semoga selamat sampai di tujuan.
Amin...


Read more
3

Islam di Amerika






Islam adalah salah satu agama yang berkembang paling cepat di Amerika Serikat (AS). Sesuai perkiraan yang dimuat dalam lembar fakta Departemen Luar Negeri AS, pada tahun 2010 mendatang, jumlah penduduk Muslim AS diperkirakan akan melampui jumlah kaum Yahudi dan menjadikan Islam sebagai agama terbesar nomor dua di negara itu setelah agama Kristen.


Masyarakat Muslim Amerika merupakan sebuah mosaik kebudayaan. Para anggotanya berasal dari lima benua. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2007 lalu, kebanyakan kaum Muslim di Negeri Paman Sam tersebut adalah imigran yang jumlahnya 77,6 persen berbanding 22,4 persen yang lahir di AS.

Meskipun di Amerika Serikat tidak ada catatan jumlah penduduk berdasarkan agama, para pakar memperkirakan bahwa kaum Muslim di Amerika berjumlah sekitar enam juta jiwa. Perkiraan-perkiraan lain berkisar antara empat dan delapan juta jiwa. The Britannica Book of the Year memperkirakan bahwa pada pertengahan tahun 2000, terdapat 4.175.000 Muslim di Amerika Serikat dan 1.650.000 di antaranya berasal dari kalangan Amerika keturunan Afrika (Afro-Amerika). Rata-rata 17.500 warga Afro-Amerika ini berpindah ke agama Islam tiap tahun antara 1990 dan 1995.

Kira-kira, sepertiga kaum Muslim Amerika tinggal di kawasan Pantai Timur (32,2 persen), 25,3 persen hidup di kawasan Selatan, 24,3 persen di kawasan Tengah, dan 18,2 persen di kawasan Barat. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 bangunan masjid di seluruh penjuru AS serta ratusan sekolah Islam dan organisasi Islam. Selain itu, Muslim Amerika juga banyak mendirikan pusat-pusat Islam (Islamic Center) di berbagai kota-kota besar, seperti Los Angeles, San Diego, Houston, Ohio, dan New Jersey.


Empat Gelombang

Ada dugaan bahwa Islam pertama kali dibawa ke Benua Amerika, termasuk wilayah Amerika Serikat, oleh kaum Muslim yang ikut serta dalam pelayaran pelaut Spanyol dan Portugal ke Benua Amerika. Dalam pelayaran itu, kaum Muslim berperan sebagai pemberi arah bagi kapal. Selain itu, sebagian kaum Muslim Morisco, yaitu kaum Muslim Spanyol yang dikejar-kejar tentara Kristen dan dipaksa masuk Kristen dalam peristiwa penaklukan kembali (reconquista) pada 1492 konon melarikan diri ke benua ini.

Kemudian, diperkirakan bahwa hampir seperlima dari budak-budak yang dibawa ke benua ini dari Afrika antara abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-19 beragama Islam. Merekalah cikal bakal kaum Muslim di Amerika Serikat. Tetapi, karena keadaan yang sulit untuk mengembangkan agama, banyak di antara mereka yang belakangan masuk Kristen.

Namun, terkikisnya jumlah kaum Muslim generasi awal ini tergantikan oleh adanya imigrasi kaum Muslim dalam jumlah besar yang terjadi secara regular ke wilayah Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19. Pionirnya sebagian besar adalah orang Arab dari kekhalifahan Turki Usmani.

Para imigran Muslim datang ke Amerika Serikat dengan beragam alasan. Kedatangan para imigran Muslim ini terbagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama imigrasi kaum Muslim ke negara ini berlangsung pada sekitar tahun 1875, dari wilayah Libanon, Suriah, Yordania, hingga Palestina. Mereka pada umumnya miskin keterampilan dan tidak cukup terdidik serta sebagian besar merupakan petani yang berharap bisa sukses secara finansial di Amerika Serikat.

Tetapi, karena kesempatan kerja terbatas, mereka terpaksa bekerja sebagai buruh di pabrik, pelabuhan, dan lainnya. Mereka terutama menetap di wilayah Midwest. Pengelanaan mereka kemudian menarik minat rekan-rekan mereka yang lain. Arus imigrasi gelombang pertama ini pun meningkat dan baru terhenti pada akhir Perang Dunia I.

Gelombang kedua menyusul pada 1920-an yang kemudian terhenti karena Perang Dunia II. Hukum-hukum imigrasi pada periode ini agak membatasi. Hanya orang berkulit hitam atau Kaukasia yang boleh masuk ke Amerika Serikat. Orang Arab tidak termasuk dalam dua kategori itu.

Gelombang ketiga terjadi antara pertengahan tahun 1940-an hingga pertengahan tahun 1960-an. Kaum Muslim yang masuk ke AS dalam gelombang ini lebih terdidik. Sebagian mereka hijrah karena penindasan politik. Jumlah terbesar dari mereka adalah orang Palestina yang terusir dengan didirikannya negara Israel pada tahun 1948, orang Mesir yang merasa dirugikan oleh kebijakan Presiden Gamal Abdel Nasser, dan orang Islam Eropa Timur yang mencoba melarikan diri akibat Perang Dunia II dan pemerintahan komunis.

Sementara itu, gelombang imigrasi kaum Muslim keempat bermula sekitar tahun 1967 dan masih berlangsung hingga kini. Mereka umumnya sangat terdidik dan fasih berbahasa Inggris. Mereka berimigrasi karena berbagai alasan, seperti peningkatan kemampuan profesional dan untuk menimba ilmu di universitas-universitas Amerika.



Muslim kulit hitam

Salah satu fenomena yang menonjol dari Islam di Amerika Serikat adalah keberadaan kaum Muslim kulit hitam atau yang kerap disebut dengan istilah Black Muslims dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan, beberapa tokoh Black Muslims Amerika cukup dikenal di berbagai negara. Sebut saja Malcolm X dan
petinju legendaris dunia Muhammad Ali.

Organisasi Black Muslims yang juga dikenal dengan sebutan Nation of Islam (NOI) pertama kali dibentuk kali di Detroit pada 1931 oleh Wallace D Fard atau yang lebih dikenal dengan beberapa nama lain: Wallace Fard Muhammad, WF Muhammad, Walli Farrad, Farrad Muhammad, dan Prof Ford. Tokoh pendiri NOI ini secara tiba-tiba menghilang untuk alasan yang tidak diketahui pada 1934.

Posisi Wallace D Fard kemudian digantikan oleh Elijah Muhammad yang berhasil memimpin faksi terbesar dari organisasi ini dan membuka markas besarnya di Chicago. Elijah adalah putra seorang pendeta Baptis di Georgia. Di bawah kepemimpinannya, NOI menjadi organisasi kaum Muslim terpenting di AS pada tahun 1950-an.

Organisasi ini bertambah besar gaung dan pengaruhnya dengan keterlibatasn Malcolm Little. Seperti halnya Elijah, Malcolm juga merupakan anak seorang pendeta Baptis yang belakangan masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Malcolm X. Inisial X ini menunjukkan bahwa ia adalah eks perokok, eks pemabuk, eks Kristen, dan eks budak.

Bersama dengan Martin Luther King Jr, ia menjadi kritikus paling lantang terhadap ketidakadilan berdasarkan ras di Amerika Serikat. Ia juga aktif menyuarakan hak-hak kulit hitam di negara adidaya tersebut. Namun, karena perbedaan pandangan dengan Elijah, tahun 1964 Malcolm memutuskan mundur dari NOI dan mendirikan organisasinya sendiri, Muslim Mosque Inc. Namun, ia dibunuh tidak lama kemudian.

Jika pada awal didirikan NOI hanya diperuntukkan bagi kaum Muslim Afro-Amerika; ketika dipimpin oleh Waris Deen Muhammad, organisasi ini mulai membuka diri bagi Muslim kulit putih dan mendorong para pengikutnya untuk ambil bagian dalam kehidupan sosial dan politik di AS. Dan, sejak saat itu, nama NOI diganti menjadi World Community of al-Islam in the West (WCI) yang kemudian diganti menjadi American Muslim Mission (AMM).

Akan tetapi, perubahan tersebut ditentang oleh beberapa faksi Muslim kulit hitam lainnya. Di bawah pimpinan Louis Farrakhan, pada tahun 1977, mereka menyatakan mundur dari AMM dan kembali ke ajaran lama Elijah Muhammad. Mereka menuntut keadilan sosial dan ekonomi bagi semua orang berkulit hitam dan memberikan suara kepada Jesse Jackson (seorang Afro-Amerika) dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun 1984 dan 1988.


Perkembangan Islam Usai September Kelabu

Peristiwa serangan 11 September 2001 ke menara kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon telah membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama di Amerika Serikat, khususnya kaum Muslim di sana.

Usai serangan itu, berbagai tudingan dilontarkan kepada Islam dan umatnya. Banyak serangan yang terjadi tehadap Muslim Amerika setelah kejadian itu walaupun terbatas pada kelompok minoritas kecil.

Menurut survei yang dilakukan pada 2007, sekitar 53 persen Muslim Amerika menganggap bahwa lebih sulit menjadi seorang Muslim di Negeri Paman Sam setelah serangan itu. Wanita Muslim yang menggunakan hijab atau jilbab diganggu sehingga beberapa wanita Muslim lebih memilih untuk tinggal di rumah. Sedangkan, yang lainnya, untuk sementara, meninggalkan aktivitas mereka di tempat kerja.
Namun, menurut Imam Masjid Islamic Center New York, M Syamsi Ali, ada kecenderungan positif warga Amerika sesudah perstiwa September kelabu itu. Sebelum 9/11, mereka acuh tak acuh terhadap agama. ”Jangankan terhadap Islam, terhadap agama kelahiran mereka saja mereka acuhkan. Gereja-gereja kosong. Agama tidak lebih perayaan-perayaan sosial semata, seperti Natal dan lain-lain. Sebaliknya, anak-anak muda mereka semakin antiagama yang dianggap kuno dan menjadi faktor keterbelakangan dan kebodohan,” paparnya kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Sebelum peristiwa 9/11, lanjut dia, Islam juga tidak terlalu menjadi sorotan. Mayoritas masyarakat tidak tahu apa atau belum pernah mendengar kata Islam itu sendiri. Media-media massa tidak terlalu banyak menyebut Islam, kecuali jika ada hal-hal sensitif yang terjadi di belahan dunia lainnya.

Setelah 9/11, semua ini berubah. Keinginan untuk tahu Islam, ungkap Syamsi, menjadi sangat menonjol, bahkan referensi Islam menjadi jualan paling laris di seantero Amerika Utara. Berbagai kalangan pun berminat untuk mendengarkan secara langsung apa itu Islam dari gereja-gereja, sinagog, ataupun perkantoran-perkantoran swasta, bahkan pemerintahan. ”Maka, dengan sendirinya, para imam memiliki akses lebih luas untuk memperkenalkan Islam kepada publik Amerika,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation (sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago–Red), membuat umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat setelah peristiwa 9/11. ”Alhamdulillah, kondisi umat Islam di Amerika Serikat baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat, baik sebelum maupun setelah peristiwa 11 September,” kata dia kepada Republika di sela-sela kunjungannya ke Indonesia pada awal Juli 2007 lalu.

Bagi Kudaimi, sulit untuk memahami fenomena kontradiktif ini. Logikanya, setelah terjadinya peristiwa 11 September lalu, umat Islam banyak merasa tertekan akibat adanya tudingan macam-macam yang menyudutkan mereka. Maka, mereka akan takut masuk Islam. “Tapi, faktanya tidak demikian,” tukasnya.

Pesatnya perkembangan Islam di AS itu diakui oleh Dr Umar Faruq Abdullah, ketua Nawawi Foundation. Saat ini, tak kurang dari tujuh juta warga AS yang memeluk agama Islam. Bahkan, lembaganya turut membantu para mualaf mengikrarkan syahadat dan membantu mereka memahami Islam dengan lebih baik. ”Agama Islam terus berkembang di Amerika Serikat dan tetap survive,” kata Umar.

Umar mengungkapkan, dengan keutamaan dan kelebihannya sendiri, Islam berkembang di wilayah Amerika Serikat. ”Bahkan, hingga umat Islam dalam kondisi yang teramat buruk, tapi semata-mata karena keutamaan dan kelebihan Islam, Islam pun berkembang di Amerika."

[sumber:swaramulim.com]
Read more
3

Ayah Yang Menyusui Anak nya


Entah ini berita baik buat para ibu atau tidak. Kelak urusan meneteki anak bukan monopoli bunda. Sang ayah juga bisa. Bakal muncul ASA, Air Susu Ayah?

Ragnar Bengtsson
sibuk menyusui anaknya. Lelaki berusia 26 tahun tersebut sedang mengikuti experimen. Sebuah pompa ditempatkan di payudara untuk menghasilkan susu. Kalau percobaan sukses maka ini langkah maju bagi seorang bapak.


"Kami bisa memberikan ASI versi ayah," ujar Bengtsson dalam majalah Gazet Antwerpen, Belgia.

Mau Tau Alasan nya ???

Hubungan khusus
Mengapa ingin meneteki anak? Si ayah muda ingin punya hubungan khusus dengan anaknya. Pemberian ASI dipandang sebagai bentuk kekhususan itu. Bengtsson masih kuliah di universitas Stockholm. Layaknya ibu-ibu muda lain yang aktif, ia juga harus "memerah susu" saat memiliki waktu luang di tengah pelajaran.

"Kalau mahasiswa-mahasiswi lain keberatan, itu urusan mereka," ujarnya enteng. Siaran televisi Swedia TV8 memantau terus perkembangan. Bahkan hadir pula weblog: Milkman, di mana bisa dibaca pengalaman Swedia itu.


Berlebihan
Tetapi tak semua meyambut baik experimen. Seorang profesor dari universitas Stockholm menyebut ide kelewat batas. Seorang lelaki atau ayah jangan sampai putus asa seperti itu hingga berusaha menghasilkan air susu sendiri. "Kalau cuma ingin menguatkan hubungan dengan anak, dapat ditempuh lewat menggendong bayi dekat dada mereka."


Setujukah anda dengan experimen ayah bisa meneteki anaknya? setujukah anda percobaan yang memungkinkan ayah kelak bisa menyusui anaknya sendiri dengan ASA, Air Susu Ayah.
Read more
6

Hindari Menyingkat SMS!!!


Percayalah, bahasa SMS yang disingkat-singkat dengan absurd itu adalah salah satu bahasa paling berbahaya sepanjang sejarah umat manusia. Mungkin harus dibikin sebuah penelitian untuk penyelidikan apakah benar segala rupa perang-perangan yang terjadi di muka bumi ini disebabkan oleh kesalahpahaman gara-gara bahasa ’sableng’ ini. Niatnya romantis-romantisan, malah berasa ngajak bunuh-bunuhan mangkanya ati-ati kalau nulisSekarang coba apa yang ada di pikiran anda kalau menerima SMS yang bunyinya seperti ini:

"5Yg, Km l6 dmn? Km M5H N6R454 mrh? J6n mrh dOn6 kM. KL mRh-mrh nt cPt Tw. B5k km Mw 1kt 4k BlK smp k Rmh skt 6? Kt j3ngUK p4k D053n y6 L6 5kt 1Tu. trs dr 5tu km cbt 4j sMp l65 K rMhMu, k4n uDah d3ket. Ba1k k4n 4k? pkny km j6n Mrh mlUlu 4J KRjny, nt jd s5k Np5 ky 0p4-0P4 :p"

Mau tau artinya ???

Arti 1 :

"Sayang, kamu lagi di mana? Kamu masih ngrasa marah? Jangan marah dong kamu. Kalo marah-marah ntar cepet tua.. Besok kamu mau ikut aku balik sampe ke rumah sakit ga? Kita jenguk pak dosen yang lagi sakit itu. Terus dari situ kamu cabut aja sampe langsung ke rumahmu, kan udah deket. Baik kan aku? Pokoknya kamu jangan marah melulu aja kerjanya, ntar jadi sesak napas kayak opa-opa :p"


Arti 2 :

"Sayang kamu lagi demen? Kamu masih ngrasa murah? Jagoan murah dong kamu. Kalo murah-murah ntar copot tau. Busuk kamu mau ikat aku balok sampe ke rumah sakit ga? Kita jenguk pak dosen yang lagi sakit itu. Trus dari situ kamu cubit aja sampe langsing ke rumahmu, kan udah deket. Baik kan aku? Pokoknya kamu jagoan murah melulu aja kerjanya, ntar jadi sasak napsu kayak opa-opa :p"



beda banget kan artinya ??? Coba bayangkan kalo yang lagi SMS-SMS an itu adalah dua pemimpin dunia yang lagi bertikai… alamat perang dunia.
Read more
1

Lemper Saingi Sushi??






Sumber : www.menteridesainindonesia.blogspot.com
Read more
0

Mengemis itu Haram ???


Fatwa Haram mengemis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Jawa Timur mendapat tanggapan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, H Hasbullah Tuwi.

“Saya baru baca di koran kemarin, intinya MUI Sumenep mengeluarkan fatwa itu dan diiyakan oleh MUI Pusat. Kita harap fatwa ini dibaca oleh orang-orang yang ada di jalanan sehingga mereka bisa tahu dan menyadari kalau salah. Maka itu peran media juga penting untuk menyampaikan pesan ini,” kata Hasbullah, kemarin (25/8).

Tetapi MUI Sumsel dan Palembang sendiri belum mengeluarkan fatwa itu. “Mudah-mudahkan akan senada dengan MUI kita,” ujarnya. Dinas Sosial sendiri sangat menyambut baik fatwa ini berarti MUI juga membantu program Dinsos. Sejalan dengan Perda No.44 tahun 2002 tentang keamanan dan ketertiban yang melarang meminta-minta di jalanan karena akan mengganggu ketertiban di jalan.

Selain itu fatwa ini dikeluarkan dalam waktu yang tepat, pasalnya kecenderungan pada bulan puasa selalu terjadi kenaikan jumlah pengemis dan anjal di Kota Palembang sekitar 20 persen. Mereka bukan saja berasal dari Kota Palembang, tetapi juga kabupaten terdekat seperti OI, OKI, Banyuasin, Prabumulih, bahkan Lampung dan Jambi juga ada.

Terpisah, Ketua MUI Sumsel Drs KH Sodikun menegaskan seorang yang mengemis dapat dikatakan haram, jika orangnya masih muda, sehat, tidak cacat fisik, dan yang terakhir ada yang mengkoordinir. “Karena dalam keadaan tersebut tidak mungkin pengemis tidak dapat mencari jalan lain, setidaknya berusaha berdagang atau usaha lain”ungkap Sodikun.

Memang pengemis boleh meminta di jalan, tapi itu ada pengecualian yaitu cacat fisik dan dalam keadaan darurat. Karena seorang yang mempunyai cacat fisik, susah untuk mendapatkan pekerjaan, walaupun hukumnya “makruh”.

Meski ramadhan ini merupakan bulan tolong menolong, katanya, tapi jangan dijadikan momen untuk meminta-minta. Karena dalam Agama Islam tidak boleh minta-minta, malahan lebih baik berusaha mendapatkan sesuatu dengan halal. Dengan jalan berusaha mencari kerja.

Lebih lanjut, Sodikun mengatakan, Islam selalu membuat umatnya berusaha dalam mencari nafkah, karena berusaha itu sama dengan ibadah dan mendapatkan pahala, sedangkan berdagang merupakan jihad.

Untuk itu, Sodikun menjelaskan, perlu adanya kerja sama antar pihak yang terkait dalam mengangani masalah pengemis, anjal dan gepeng ini. “Jangan sampai kejadian ini terus berlanjut dan menjadi penyakit masyarakat,” pungkasnya.

MUI mengisyaratkan agar para dermawan ataupun muzzaki (orang mampu pemberi zakat) menyalurkan zakat, infak, sodaqoh dan berbagai bantuan lainnya kepada keluarga, kerabat, panti asuhan yang terlembagakan dengan jelas ataupun disalurkan melalui pengurus masjid.

"Kami belum mengeluarkan pernyataan atau edaran yang mengharamkan mengemis. Kami baru saja mengeluarkan edaran agar pengemis ataupun gepeng itu ditertibkan oleh pemerintah daerahnya masing-masing, kalaupun ada pernyataan mengharamkan itu sebagai penguat ketika mengemsi dijadikan sebagai profesi," ujar Sekretaris MUI Jabar, KH Rafani Achyar kepada Tribun di kantornya Jl RE Martadinata Bandung, Rabu (26/8).

Rafani mengatakan, pengharaman pengemis oleh MUI di Madura dilakukan meninjau banyaknya pengemis yang ternyata berkemampuan lebih karena diketahui memiliki swah, ladang bahkan rumah yang besar di tempat tinggalnya.

Dikatakan, mengemis itu sejatinya memperburuk citra umat Islam karena pengemis itu hanya menengadahkan tangan untuk mendapatkan sejumlah uang tanpa proses kerja yang mengeluarkan keringat. Disisi lain, lanjutnya, Islam mengajarkan bahwa pemberi itu jauh lebih baik dibandingkan dengan peminta-minta.

"Mengemis itu sama sekali bukan perbuatan mulia, terlebih saat ini banyak pengemis yang dikelola oleh sebuah pihak semacam mafia dengan mendatangkan pengemis dari sebuah daerah tertentu. Nah pemerintah daerah harus memahami dan segera bersikap tegas menertibkan hal itu dengan berkoordinasi dengan daerah asal pengemis," katanya.

Rafani mengatakan, sudah saatnya ada payung hukum yang jelas untuk menindak pengemis sehingga aparat keamanan bisa menindak dan menertibkannya sesuai hukum mengingat perbuatan menghimpun pengemis bukan lagi rahasia umum.


Terus bagaimana ya nasib para pengemis..??

Read more
5

Model Rambut Unik












" Gimana ya, Klo motong rambut sambil kebalik ??? "



Read more
0

Siapa Pahlawan Kita ???


Sering kita diajarkan untuk tidak terus larut dalam kesedihan ketika musibah datang. Sebab di balik musibah selalu hikmah yang bermanfaat bagi pematangan kita menapaki kehidupan ke depan.

Demikian pula sebaiknya kita bersikap menghadapi serangan teror hari Jumat lalu. Serangan teror di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot tidak boleh melemahkan kita sebagai bangsa. Justru kita harus tegak untuk menghadapinya dan menjadikan musibah itu sebagai momentum untuk makin mengukuhkan kita sebagai sebuah bangsa.

Begitulah yang juga dilakukan oleh bangsa-bangsa besar dunia. Mereka selalu memetik hikmah dari setiap peristiwa yang mereka hadapi untuk memperkuat rasa kebangsaan, nasionalisme bangsa mereka, sehingga kemudian mereka tumbuh sebagai bangsa besar yang dihormati.

Lepas dari persoalan eksis yang kemudian terjadi, kita merindukan situasi seperti yang dialami bangsa Amerika pasca serangan teror 11 September 2001. Presiden George W. Bush ketika itu mampu tampil untuk mempersatukan bangsa Amerika dan menyuntikkan rasa kebanggaan yang tidak boleh goyah hanya karena serangan teror tersebut.

Bagaimana Bush melakukan itu? Dengan menemukan orang-orang yang gagah berani menghadapi serangan teror dan menempatkan mereka itu sebagai pahlawan baru Amerika. Pahlawan itu bukan hanya tentara yang berperang di medan tempur. Setiap warga merupakan pahlawan ketika mereka memberikan sumbangsih tanpa pamrih kepada negara.

Kita masih ingat pahlawan-pahlawan baru bangsa Amerika ketika itu adalah para petugas pemadam kebakaran. Mereka pantas disebut pahlawan karena di tengah kegentingan dan kekalutan ketika itu, mereka terus berjuang untuk menyelamatkan siapa pun yang masih bisa diselamatkan. Mereka tidak lagi memedulikan keselamatan diri mereka dan terus mencoba menaiki Gedung Menara Kembar yang terbakar untuk mematikan api serta menyelamatkan ribuan orang yang terjebak di dalam gedung. Ketika Gedung Menara Kembar itu ternyata runtuh, banyak petugas pemadam kebakaran yang akhirnya menjadi korban karena tidak sempat menyelamatkan diri lagi.

Kita tentu masih ingat bagaimana Presiden Bush kemudian tampil di lokasi tempat kejadian. Dengan menggunakan megaphone dan berdiri di puing-puing reruntuhan ia memuji keberanian para petugas pemadam kebakaran. Presiden Bush atas nama rakyat Amerika memberi penghormatan yang tinggi kepada mereka.

Momentum itulah yang membuat bangsa Amerika bangkit berdiri menghadapi tantangan maha berat itu. Rasa nasionalisme sebagai bangsa kembali dikumandangkan. Tidak ada satu pun kegiatan di Amerika yang kemudian tidak dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, The Star Spangled Banner. Itu terus berlangsung hingga saat ini.

Bagaimana seharusnya kita? Momentum serangan teror terakhir yang terjadi di Jakarta seharusnya bisa dijadikan momentum untuk menemukan pahlawan-pahlawan baru bangsa. Sudah terlalu lama bangsa ini kehilangan semangat kepahlawanan. Kalau coba kita lihat kembali saat pertama bom meledak di Ritz Carlton dan Marriot, banyak orang yang pantas diberikan apresiasi. Mereka yang dengan sigap mencoba menolong orang yang terluka dan kemudian secara berani menghentikan semua mobil yang lewat untuk membawa para korban ke rumah sakit.

Di tengah begitu banyaknya orang yang merintih kesakitan dan terbatasnya jumlah ambulans yang tersedia untuk mengangkut para korban, orang-orang yang tampil secara sukarela untuk menyelamatkan begitu banyak nyawa, mereka pantas kita sebut pahlawan. Seharusnya para pemimpin tampil untuk memberi apresiasi tinggi kepada mereka. Para pemimpin tampil untuk membesarkan hati seluruh rakyat dan
mendorong lebih banyak lagi warga untuk memiliki jiwa kepahlawanan seperti itu.

Sayang kita menyia-nyiakan momentum itu. Yang justru muncul adalah keinginan untuk menonjolkan kepentingan pribadi atau kelompok. Bukan mendahulukan kerugian yang dialami rakyat banyak dan para korban, tetapi mempersoalkan kerugian pribadi karena pencitraan diri yang tercoreng. Sementara bangsa lain menjadikan setiap tragedi sebagai kesempatan untuk menyatukan kekuatan bangsa, kita justru menjadikan tragedi itu untuk tercerai berai. Saling tuding, saling menyalahkan di antara para elite lebih menonjol daripada ajakan untuk menyatukan kekuatan apa pun latar
belakang politiknya menghadapi musuh bangsa dan negara.

Benarlah dikatakan, kepemimpinan seseorang teruji bukan pada keadaan normal, tetapi justru pada saat krisis. Kematangan, kenegarawanan bisa terlihat di saat krisis, karena disanalah keputusan penting harus diambil. Sebab pilihan yang dihadapi pada saat krisis bukanlah antara baik dan buruk, good or bad, tetapi antara yang buruk dan kurang buruk, evil or less evil.

Perjalanan kita sebagai bangsa memang baru seumur jagung. Kita tidak boleh meratapi kenyataan yang kita hadapi. Sebaliknya kita harus tetap bersikap optimistis. Semoga semua ini menjadi pelajaran berharga dalam menapaki kehidupan berbangsa yang masih panjang.
Read more
4

Gaya Pacaran Masa Kini


Ketika Anda ditanya, 'sudah punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?

Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.

Sejurus dengan itu, media massa kian membangun budaya masa dalam masyarakat. Jean Baudrillard, strukturalis asal Perancis mengungkapkan dalam bukunya Ecstacy of Communication (1987), bahwa berkat makna, informasi dan transparasi, masyarakat telah melewati ambang batas menuju 'ecstacy permanent'; the ecstacy of social (the masses), the body (obesity), sex (obcenity), violence (terror), and information (simulation).

Pacaran telah menjadi komoditas kehidupan industrialis. Seperti dikatakan oleh Ardian A. Waskito, mahasiswa Psikologi UNDIP Semarang, yang dimuat dalam Majalah Psikologi Volume II, No 11, 'Cinta tidak lagi dipandang sebagai buah kematangan jiwa seseorang, tapi cinta hanyalah nama lain dari nafsu yang menggelora. Sehingga gaya pacaran semakin melenceng dari norma. Menjomblo bukan berarti kehampaan rasa cinta dalam diri, namun justru kemenangan pencarian makna cinta dalam diri sendiri'.

Menurut Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).

Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.

Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.

Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.
Read more
 
Notification
Shoutbox

Chat

Shoutbox
Others Link